Text
Perbandingan efek larutan irigasi menggunakan bahan daun jambu biji (Psisiumguajavalinn) dan air perasan jeruk nipis (Citrusautrantifolia) terhadap perubahan warna gigi
Latar belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama karies mepmengaruhi hampir di seluruh kalangan usia di indonesia. Saat lesi karies berkembang jauh ke dalam dentin dan menuju pulpa, keparahan inflamasi pulpa meningkat. Perawatan untuk gigi yang telah mengalami karies yang sudah melibatkan pulpa salah satunya adalah perawatan saluran akar. Irigasi saluran akar memainkan peran kunci dalam keberhasilan perawatan endodontik, karena membantu menghilangkan smear layer secara progresif. Perubahan warna setelah perawatan saluran akar merupakan masalah estetik yang sering menjadi keluhan dari pasien. Pemanfaatan bahan herbal untuk pengobatan tradisional banyak dilakukan oleh masyarakat indonesia. Salah satunya adalah daun jambu biji dan air perasan jeruk nipis di mana kandungan di dalamnya dapat berguna dalam membunuh bakteri dalam saluran akar. Tujuan: untuk mengetahui perbandingan efek larutan irigasi menggunakan bahan daun jambu biji (psisium guajava linn) dan air perasan jeruk nipis (citrus autrantifolia) terhadap perubahan warna gigi. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah true eksperimental laboratorium. Hasil: hasil penelitian menggunakan 2 perlakuan yang diberikan yaitu aquades, ekstrak daun jambu biji (psidium guajava linn) 60%, memiliki nilai rata-rata perubahan warna gigi sebesar nilai Δe*ab 37,375 dan air perasan jeruk nipis (citrus aurantifolia) 100% menunjukkan data nilai rata-rata perubahan warna gigi sebesar nilai Δe*ab 20,037. Kesimpulan: efek larutan irigasi untuk ekstrak daun jambu biji (psidium guajava linn) konsentrasi 60% dan air perasan jeruk nipis (citrus aurantifolia) dengan konsentrasi 100% berpengaruh terhadap terjadinya perubahan warna gigi.
Tidak tersedia versi lain