Text
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Teh Hijau (Camellia Sinensis L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterococcus Faecalis
Latar belakang: Di Negara Indonesia, penyakit gigi dan mulut merupakan keluhan yang paling banyak terjadi. Contohnya seperti karies atau gigi berlubang yang nantinya akan berlanjut menjadi penyakit pulpa yang kemudian menjadi penyakit periapikal. Penyakit pulpa dan periapikal dapat ditangani dengan perawatan endodontik. Bakteri Enterococcus faecalis, Streptococcus anginosus, Bakteroides gracilis, dan Fusobacterium nucleatum sering ditemukan pada saluran akar yang terinfeksi. Namun bakteri yang paling banyak ditemukan pada kasus setelah perawatan saluran akar adalah bakteri E.faecalis. Chlorhexidine gluconate (CHX) dengan konsentrasi 0,2% digunakan sebagai bahan irigasi karena aktivitas antimikrobanya yang luas, substantifitas, dan sitotoksisitasnya yang rendah. Bahan organik dan jaringan nekrotik yang ditemukan dalam sistem saluran akar tidak dapat larut oleh CHX. Bahan irigasi yang berasal dari alam memiliki sifat bakteriostatik dan bakterisid, sehingga bahan tersebut dapat menjadi pilihan bahan irigasi saluran akar. Daun teh hijau (camellia sinesis, L) memiliki kandungan zat aktif yaitu katekin. Katekin dalam teh hijau dapat bersifat antimikroba. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui bagaimana efektivitas antibakteri ekstrak teh hijau (Camellia sinensis l) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Bahan dan Metode: Peneliti melakukan pengujian pada laboratorium atau disebut uji eksperimental laboratorium. Bentuk penelitian ini adalah Post test Only Control Design. Peneliti mengambil sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Uji statistik yang memanfaatkan yaitu uji Kruskal Wallis. Hasil: Berdasarkan hasil Kruskal Wallis diperoleh p-value menunjukkan nilai sebesar 0,011 atau p-value lebih kecil dari 0,05 yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis l) 25%,50%,75% dengan kontrol positif. Kesimpulan: Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis l) dengan konsentrasi 25%,50% dan 75% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Tidak tersedia versi lain