PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Hubungan Tingkat Keparahan Maloklusi Dengan Kualitas Hidup Mahasiswa/I Fakultas  Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
Penanda Bagikan

Text

Hubungan Tingkat Keparahan Maloklusi Dengan Kualitas Hidup Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Wilda Nafauzia B. - Nama Orang;

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2018, prevalensi masalah gigi dan mulut adalah 57,6%. Salah satu kelainan gigi dan mulut yang masih dijumpai pada masyarakat adalah maloklusi. Menurut World Health Organization (WHO) maloklusi adalah cacat atau gangguan fungsional yang dapat menjadi hambatan bagi kesehatan fisik maupun emosional dari pasien yang memerlukan perawatan. Untuk melakukan penilainan terhadap tingkat keparahan dan kebutuhan perawatan maloklusi memerlukan index maloklusi, salah satunya adalah Dental Aesthetic Index. Maloklusi bisa menyebabkan terjadinya masalah periodontal, gangguan fungsi menelan, pengunyahan, masalah bicara dan psikososial yang berkaitan dengan estetika. Kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL), merupakan parameter penting bagi pasien terutama penilaian dihampir setiap bidang fisik dan mental perawatan kesehatan, termasuk ortodonti.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat keparahan maloklusi dengan kualitas hidup mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia Bahan dan Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Spearman. Adapun sampel pada penelitian ini 88 sampel yang memenuhi kriteria. Hasil: Berdasarkan hasil uji Spearman didapatkan hasil p-value menunjukkan nilai sebesar 0,004. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan maloklusi dengan kualitas hidup. Kesimpulan: Frekuensi tertinggi yang mengalami maloklusi berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 81,7%, frekuensi tingkat keparahan maloklusi tertinggi adalah maloklusi ringan sebanyak 76,1%, frekuensi kualitas hidup tertinggi berdasarkan OHIP-14 adalah kualitas baik sebanyak 81,8%.Terdapat hubungan signifikan antara maloklusi dengan kualitas hidup.


Ketersediaan
#
My Library 011.75 SKR-2023 WIL h
SKR230024
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
011.75 SKR-2023 WIL h
Penerbit
makassar : fakultas kedokteran gigi UMI., 2023
Deskripsi Fisik
xvii, 86 hlm. 29 cm.
Bahasa
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
011.75
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?