Text
Efektivitas Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In vitro
Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, Gigi dan mulut merupakan tempat awal masuknya kuman dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Penyakit periodontal banyak diderita oleh manusia hampir diseluruh dunia.Penyakit periodontal banyak dijumpai adalah keradangan gusi atau gingivitis dan periodontitis. Gingivitis merupakan reaksi inflamasi dari gingiva yang disebabkan oleh akumulasi biofilm pada plak disekitar margin gingiva dan respon peradangan. Salah satu penyebab gingivitis adalah bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus yaitu bakteri mikroflora normal yang berada di dalam mulut yang dapat menyebabkan penyakit pada rongga mulut. Oleh karena itu, dengan mengingat bahwa sifat patologis bakteri ini sangat besar pengaruhnya di dalam rongga mulut, maka penemuan bahan alternatif yang dapat mengatasi bakteri ini adalah obat bahan herbal yang mengandung bahan aktif yang berasal dari tanaman salah satunya adalah teh hijau. Teh hijau merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional karena banyak mengandung bahan aktif. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun teh hijau 8%, 10% dan 12% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Bahan dan Metode: penelitian yang digunakan adalah True Experimental secara in vitro. dengan menggunakan teknik disk difussion dengan tipe post test only control design. Uji statistik yang digunakan adalah uji Kruskal-Wallis . Adapun sampel yang dalam penelitian ini 25 sampel. Hasil: Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis didapatkan hasil p-value menunjukkan nilai sebesar 0,000 atau p-value lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan ekstrak 8%, 10% dan 12% dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi daun teh hijau dengan konsentrasi 12% efektif menghambat bakteri Staphylococcus aureus.
Tidak tersedia versi lain