Text
Efektivitas Daya Hambat Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis) terhadap Pertumbuhan Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
Latar belakang : Kondisi perlekatan gigi (Gingiva, ligamen periodontal, sementum dan tulang alveolar) dapat meradang dan rusak yang dikenal sebagai penyakit periodontal. Umumnya bakteri gram negatif menjadi penyebab periodontitis adalah Actinobacillus actinomycetemcomitans, Bacteroides forsythus, Fusobacterium nucleatum dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit periodontal diantaranya menyikat gigi dengan benar dan pembersihan karang gigi. Adapun pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit periodontal berupa pemberian antibiotik secara sistemik salah satunya yakni metronidazol. Pengobatan penyakit periodontal juga bisa menggunakan tanaman herbal, salah satunya yaitu daun teh hijau. Teh hijau (Camellia Sinensis) ada sejumlah komponen aktif yang berkhasiat menjadi tumbuhan obat herbal yang banyak dipakai untuk pengobatan tradisional. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui bagaimana efektivitas ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) pada pertumbuhan bakteri Aggregatibacter Actinomycetemcomitans. Bahan dan Metode: Uji eksperimental in vitro dan post control only group design dengan teknik disc diffusion dipilih guna mengetahui efektivitas ekstrak daun teh hijau dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Hasil: Berdasarkan hasil uji Analisis of Varians (ANOVA) hasil p-value menggambarkan skor sebesar 0,000 atau p-value lebih kecil dari 0,5 yang menunjukkan terdapat efektivitas ekstrak daun teh hijau pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa daun teh hijau (Camellia sinensis) konsentrasi 10%, 20%, dan 30% efektif menghambat pertumbuhan bakteri aggregatibacter actinomycetemcomitans.
Tidak tersedia versi lain